Surabaya — radarsentral.com – Polemik di Kecamatan Sukomanunggal sempat memanas akibat sorotan terhadap kebijakan penertiban yang dinilai tidak konsisten, hingga akhirnya berujung pada mediasi yang berlangsung kondusif dengan melibatkan unsur tiga pilar dan pemerintah.
Sorotan mencuat setelah Pemuda Pancasila menilai adanya ketimpangan dalam pelaksanaan penertiban di lapangan. Beberapa titik yang dianggap mengganggu justru dinilai belum tersentuh, sementara lokasi lain dilakukan penindakan.
Situasi tersebut memicu pertanyaan publik terkait konsistensi dan keadilan dalam penegakan aturan, serta dampaknya terhadap masyarakat kecil.
Mediasi Digelar, Semua Pihak Duduk Bersama
Merespons kondisi tersebut, Kecamatan Sukomanunggal menggelar mediasi yang melibatkan Pemuda Pancasila, Polrestabes Surabaya, Kodim Surabaya, serta jajaran Polsek setempat.
Turut hadir dalam forum tersebut, Hajar Sulistyono, yang berperan dalam mendorong terciptanya suasana dialogis dan kondusif selama proses mediasi berlangsung.
Dalam forum tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Sukomanunggal menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya:
- Kebijakan penertiban dinilai belum konsisten dan belum diimbangi solusi konkret.
- Persoalan mendasar seperti banjir dan sampah belum menjadi prioritas utama.
- Adanya dugaan perbedaan perlakuan dalam penegakan aturan.
- Pernyataan yang dinilai menyinggung organisasi.
Ketua PAC Sukomanunggal, Moch. Fathul ulum, S.kom menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini bertujuan untuk mendorong kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada masyarakat.
“Kami berharap ada titik temu. Tujuannya bukan konflik, tetapi solusi yang nyata bagi masyarakat kecil,” ujarnya.
Peran Bakesbangpol, Tekankan Penyelesaian Humanis
Dalam kesempatan tersebut, Hajar Sulistyono menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui pendekatan komunikasi dan pencegahan konflik.
“Setiap dinamika di masyarakat harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik, mengedepankan musyawarah, serta pendekatan yang humanis agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
Suasana Mencair, Hasilkan Komitmen Bersama
Mediasi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis. Seluruh pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Beberapa poin hasil mediasi di antaranya:
- Komunikasi antar pihak berjalan lebih terbuka.
- Semua pihak sepakat mengedepankan solusi bersama.
- Kebijakan ke depan diharapkan lebih adil, transparan, dan manusiawi.
- Sinergi antar elemen akan terus diperkuat.
Pemuda Pancasila juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi ruang dialog, serta menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas wilayah.
“Kami siap bersinergi dan menjadi bagian dari solusi,” tegas perwakilan organisasi.
Harapan Ke Depan
Mediasi ini menjadi momentum penting dalam meredam polemik yang sempat memanas. Seluruh pihak berharap ke depan kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat kecil.
Pendekatan humanis, keadilan dalam penertiban, serta fokus pada persoalan mendasar seperti banjir dan sampah menjadi harapan utama agar tidak kembali memicu polemik serupa di kemudian hari.
