Probolinggo – Radarsental. Com _Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Berbasis Ekonomi Biru untuk Mendukung Ketahanan Maritim Berkelanjutan.” Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Juli 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara FTIK Universitas Hang Tuah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, serta UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas 10 nahkoda dan 10 nelayan kecil mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo. Melalui pendekatan multidisiplin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam aspek keselamatan pelayaran, pemanfaatan informasi cuaca dan kondisi perairan, penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan produktivitas usaha perikanan sebagai bagian dari implementasi ekonomi biru.


Suasana kebersamaan antara sivitas akademika FTIK Universitas Hang Tuah, pemerintah daerah, UPT PPP Mayangan, dan masyarakat nelayan yang menjadi mitra kegiatan mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Program Studi di lingkungan FTIK Universitas Hang Tuah Perkuat Sinergi Maritim melalui Penandatanganan IoA di Kota Probolinggo
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui penandatanganan Implementation of Agreement (IoA) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo serta UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Penandatanganan IoA ini menjadi langkah strategis dalam mempererat kolaborasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, ketiga institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, penguatan inovasi di sektor perikanan dan kemaritiman, serta penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pengelola pelabuhan perikanan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif bagi pengelolaan sumber daya kelautan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat ketahanan maritim di wilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya. Suasana Penandatanganan IoA antara Dekan FTIK Universitas Hang Tuah, Kapala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, serta Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP).
Kolaborasi Multidisiplin untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini mengusung pendekatan multidisiplin dengan melibatkan dosen dari lima Program Studi Sarjana di lingkungan FTIK Universitas Hang Tuah, yaitu Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Perkapalan, Oseanografi, Perikanan, dan Teknik Elektro. Program Magister Teknik Kelautan turut berkontribusi melalui penyusunan materi pendukung, sementara UPT PPP Mayangan berpartisipasi sebagai narasumber yang memperkaya pembahasan dari sisi pelayanan kepelabuhanan bagi kapal perikanan.
Materi yang disampaikan dirancang secara terpadu untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat nelayan, mulai dari pemeliharaan mesin kapal, keselamatan kerja di atas kapal, pemanfaatan informasi meteorologi dan oseanografi, teknologi penangkapan ikan yang lebih efisien, hingga penerapan teknologi digital sebagai pendukung aktivitas pelayaran.
Pendekatan lintas disiplin tersebut memberikan pemahaman yang saling melengkapi sehingga peserta memperoleh gambaran yang utuh mengenai upaya meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan usaha perikanan. Salah satu materi yang relevan dengan aktivitas keseharian nelayan disampaikan oleh Program Studi Oseanografi melalui tema “Kenali Cuaca dan Kondisi Perairan agar Melaut Lebih Aman.”
Meningkatkan Literasi Cuaca Maritim untuk Keselamatan Pelayaran
Salah satu materi yang memperoleh perhatian besar dari peserta disampaikan oleh Program Studi Oseanografi melalui tema “Kenali Cuaca dan Kondisi Perairan agar Melaut Lebih Aman.” Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya informasi meteorologi dan oseanografi sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut.
Pembahasan meliputi pengaruh arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, arus laut, serta fenomena lokal Angin Gending yang dikenal masyarakat sebagai salah satu penyebab terbentuknya gelombang pendek di perairan Probolinggo. Penjelasan ilmiah mengenai fenomena tersebut membantu peserta memahami keterkaitan antara kondisi atmosfer dan dinamika laut yang selama ini lebih banyak dikenali berdasarkan pengalaman lapangan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan layanan Ocean Forecast System (OFS) milik BMKG sebagai sumber resmi informasi prakiraan cuaca dan kondisi perairan. Materi tersebut memperoleh perhatian yang cukup tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan pelayaran nelayan dan pengambilan keputusan sebelum melaut.
Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Aktivitas Nelayan
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa Papan Informasi Cuaca Nelayan (PICN) yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Elektro dan ditempatkan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mayangan. PICN dirancang sebagai media diseminasi informasi cuaca harian yang menampilkan arah dan kecepatan angin, temperatur udara, serta kelembapan udara sehingga masyarakat nelayan dapat memperoleh informasi cuaca secara lebih mudah sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Penempatan PICN di TPI Mayangan dipilih karena lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas nelayan sebelum dan sesudah melaut sehingga informasi yang disajikan dapat diakses secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kehadiran PICN menunjukkan bagaimana kompetensi bidang teknik elektro dapat diimplementasikan dalam bentuk teknologi tepat guna yang mendukung keselamatan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan.
Memperkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Mitra
Selain menghasilkan luaran berupa PICN, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kerja sama antara FTIK Universitas Hang Tuah dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo serta UPT PPP Mayangan melalui penandatanganan Implementation of Arrangement (IoA). Kesepakatan tersebut menjadi landasan pengembangan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Mendukung Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pelaksanaan kegiatan memperoleh respons positif dari masyarakat nelayan. Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi maupun sesi diskusi, yang mencerminkan tingginya relevansi tema-tema yang diangkat dengan kebutuhan operasional di lapangan. Berbagai topik, mulai dari pemeliharaan mesin kapal, keselamatan pelayaran, pemanfaatan informasi cuaca dan kondisi perairan, teknologi penangkapan ikan, hingga penerapan teknologi digital, mendapatkan perhatian peserta karena berkaitan langsung dengan aktivitas melaut sehari-hari.
Bagi FTIK Universitas Hang Tuah, kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi multidisiplin yang mengintegrasikan kompetensi berbagai program studi dalam satu kegiatan yang saling melengkapi. Setiap disiplin memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya, mulai dari peningkatan keandalan kapal, penguatan budaya keselamatan, pemanfaatan informasi meteorologi dan oseanografi, penerapan teknologi penangkapan ikan yang lebih efisien, hingga pengembangan media diseminasi informasi berbasis teknologi. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir memerlukan pendekatan yang komprehensif agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan UPT PPP Mayangan, FTIK Universitas Hang Tuah berharap model Pengabdian kepada Masyarakat berbasis multidisiplin ini dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi ekonomi biru, meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan, serta memperkuat ketahanan maritim melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
