Surabaya, – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menjalin perjanjian kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) dalam penguatan pengembangan sumber daya manusia serta dukungan di bidang komunikasi dan informatika, statistik, dan keamanan informasi. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Graha Polinema, Kota Malang, Rabu (1/4/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, guna mendukung percepatan transformasi digital dan pembangunan ke depan.
Menurut Sherlita, kesamaan visi antara Pemprov Jatim dan Polinema menjadi dasar kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.
“Kami di Provinsi Jawa Timur memang didorong untuk melakukan banyak kolaborasi dengan berbagai pihak. Alhamdulillah, kami memiliki visi dan misi yang sejalan, terutama terkait transformasi digital dan pengembangan ke depan. Karena itu, ke depan akan semakin banyak kolaborasi yang dapat dilakukan bersama.” ujar Sherlita.
Sebagai bentuk konkret dari kolaborasi tersebut, Sherlita menyebut program magang menjadi salah satu peluang yang terbuka luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia kerja.
“Kami di Kominfo tidak pernah menolak program magang. Mahasiswa yang di kampus banyak belajar secara teoritis atau berbasis buku teks, tentu akan mendapatkan pengalaman berbeda ketika terjun langsung di mitra kerja, termasuk bersama kami. Hal ini akan membuka wawasan mereka tentang bagaimana dunia kerja yang sebenarnya.” imbuhnya.
Dalam konteks penguatan kolaborasi tersebut, Sherlita juga menekankan pentingnya menghubungkan hasil riset dan kajian akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, agar kerja sama yang terjalin dapat memberikan dampak langsung.
Ia menjelaskan, selama ini masih terdapat tantangan dalam menghubungkan hasil riset akademik dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi solusi.
“Ke depan diharapkan akan semakin banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen dan tenaga pendidik yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan di Provinsi Jawa Timur. Peran perguruan tinggi, seperti Polinema, sangat besar dalam membantu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang ada.” jelasnya.
Menurutnya, melalui kolaborasi ini diharapkan hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata. Permasalahan di perangkat daerah (OPD) pun diharapkan dapat terjawab melalui kontribusi akademik tersebut.
Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Polinema untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan industri dan pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang adaptif dan siap menghadapi tantangan global.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Polinema untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan berbagai potensi dan peluang menuju dunia global. Melalui expo dan open house ini, kami ingin menghadirkan jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.” kata Supriatna.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita juga menghadiri rangkaian kegiatan International Educational Expo dan Open House Polinema 2026 yang menjadi ajang promosi pendidikan vokasi serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.(Arifin/Kominfo)

