PASURUAN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan penanganan secara cepat dan terpadu guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Pasuruan dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga. Sejumlah desa dilaporkan terdampak, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Khofifah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta instansi terkait untuk segera melakukan evakuasi bagi warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Selain itu, distribusi bantuan logistik juga diminta untuk dipercepat. Kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan air bersih harus segera disalurkan ke lokasi terdampak banjir.
“Penanganan harus dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan layanan yang dibutuhkan,” ujar Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan, termasuk normalisasi saluran air dan upaya mitigasi agar banjir tidak kembali terjadi.
Sementara itu, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat banyaknya rumah yang terendam.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas serta segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.(**)

